Usaha bawang goreng untuk pemula bukan sekadar bisnis rumahan biasa, ini peluang kecil yang bisa berkembang besar jika digarap serius. Dengan bahan baku yang mudah didapat dan teknik produksi yang bisa dipelajari siapa saja, kamu bisa mulai usaha ini bahkan dari dapur sendiri.
Banyak yang awalnya coba-coba, tapi akhirnya punya pelanggan tetap karena rasa dan kemasannya menarik. Menariknya lagi, usaha ini fleksibel dan bisa disesuaikan dengan waktu luang, cocok untuk pelajar, ibu rumah tangga, atau siapa pun yang ingin punya penghasilan tambahan.
1. Siapkan Alat dan Bahan Produksi
Pilihlah bawang merah berkualitas, utamakan yang kadar airnya rendah agar hasil gorengan lebih renyah dan tahan lama. Bawang dari Brebes, misalnya, cukup populer digunakan karena aromanya tajam dan teksturnya pas untuk digoreng.
Setelah dikupas, bawang perlu diiris tipis-tipis agar matang merata saat digoreng. Di tahap ini, alat pengiris bawang juga sangat membantu menjaga ketebalan irisan tetap konsisten—ini penting agar hasilnya tidak ada yang gosong duluan atau masih mentah.
Kalau alat sudah siap, jangan lupa juga menyiapkan wajan besar, saringan minyak, dan tisu dapur untuk menyerap sisa minyak setelah digoreng. Meskipun terlihat sederhana, alat-alat ini akan sangat berpengaruh pada hasil akhir dan efisiensi waktu kerja.
2. Resep Bawang Goreng Rumahan

Setelah alat dan bahan siap, kini saatnya masuk ke inti dari usaha bawang goreng untuk pemula, yaitu proses pembuatannya. Resep berikut ini bisa kamu jadikan acuan dasar sebelum mulai produksi dalam jumlah besar.
Bahan:
-
500 gram bawang merah pilihan (usahakan yang tidak terlalu berair)
-
Minyak goreng secukupnya
-
1 sdm garam
-
1 sdm tepung maizena (jika ingin tekstur lebih garing)
Langkah-langkah:
-
Kupas bawang hingga bersih. Jika kamu ingin menghemat waktu dan tenaga, gunakan alat pengupas bawang agar proses lebih cepat dan efisien.
-
Iris bawang setipis mungkin dengan ketebalan yang merata. Untuk hasil potongan yang konsisten, sebaiknya gunakan alat pengiris bawang.
-
Rendam irisan bawang ke dalam air garam selama kurang lebih 10 menit, lalu tiriskan dan diamkan hingga benar-benar kering.
-
Panaskan minyak dalam wajan, lalu goreng bawang dengan api sedang. Aduk perlahan agar tidak saling menempel.
-
Jika sudah mulai berubah warna keemasan, angkat dan tiriskan. Letakkan di atas tisu atau kertas minyak agar sisa minyak terserap sempurna.
3. Buat Kemasan Yang Menarik
Dalam usaha bawang goreng untuk pemula, kemasan punya peran besar untuk menarik perhatian pembeli dan menjaga kualitas produk. Kamu bisa mulai dengan menggunakan plastik ziplock, standing pouch, atau plastik bening biasa yang disegel rapi menggunakan hand sealer.
Pastikan kemasan bersih, kokoh, dan kedap udara agar bawang tetap renyah meskipun disimpan dalam waktu lama. Untuk menambah nilai jual, jangan lupa beri label sederhana. Cukup mencantumkan nama produk, berat bersih, komposisi, dan tanggal produksi.
Kalau ingin tampil beda, kamu juga bisa tambahkan elemen visual seperti logo, warna khas merekmu, atau stiker lucu. Meskipun usaha ini masih di tahap awal, kemasan yang rapi dan menarik bisa meningkatkan kepercayaan konsumen. Jadi, jangan anggap remeh bagian ini, karena kemasan adalah hal pertama yang dilihat calon pembeli.
4. Strategi Pemasaran dan Menentukan Target Pasar
Untuk pemula, kamu bisa mempromosikan mulai dari lingkaran terdekat. Gunakan media sosial seperti Instagram, WhatsApp, atau Facebook untuk membagikan foto produk, testimoni awal, dan harga. Jangan ragu kasih promo perkenalan seperti beli 2 gratis 1 atau diskon untuk pembelian pertama.
Agar lebih tepat sasaran, tentukan siapa yang paling mungkin membeli produkmu. Apakah ibu rumah tangga? Mahasiswa di kos-kosan? Atau pemilik warung makan? Kalau sudah tahu targetnya, kamu bisa menyesuaikan ukuran kemasan, harga, hingga gaya komunikasi di promosi.
Selain itu, coba juga titip jual di warung terdekat atau ikut bazar kecil dan event UMKM. Dengan strategi yang sederhana tapi tepat sasaran, kamu bisa mulai membangun konsumen loyal sejak awal.